Asyiknya Belajar Sejarah di Boarding School…

Pendidikan lingkungan Hidup (environmental education – EE) adalah suatu proses untuk membangun populasi manusia di dunia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan total (keseluruhan) dan segala masalah yang berkaitan dengannya, dan masyarakat yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap dan tingkah laku, motivasi serta komitmen untuk bekerja sama , baik secara individu maupun secara kolektif , untuk dapat memecahkan berbagai masalah lingkungan saat ini, dan mencegah timbulnya masalah baru [UN – Tbilisi, Georgia – USSR (1977) dalam Unesco, (1978)].

Pendidikan tentang lingkungan (enviromental-education) saat ini telah mulai diterapkan di segala bidang. Apa inti dari konsep ini ? Pendidikan diharapkan tidak hanya menekankan pada tiga aspek yang selama ini kita kenal, afektif, kognitif, dan psikomotor, namun juga mulai merambah pada aspek lingkungan. Idenya adalah bagaimana dalam pembelajaran kita bisa menyisipkan pesan-pesan tentang peduli lingkungan kepada siswa,  agar mereka nanti tidak hanya cerdas secara pengetahuan namun juga cerdas secara sikap, khususnya terhadap lingkungan.

Manusia terdiri atas pikiran dan rasa dimana keduanya harus digunakan. Rasa menjadi penting digerakkan terlebih dahulu, karena seringkali dilupakan. Bagaimana memulai pendidikan lingkungan hidup? Pendidikan Lingkungan Hidup harus dimulai dari HATI. Tanpa sikap mental yang tepat, semua pengetahuan dan keterampilan yang diberikan hanya akan menjadi sampah semata.

Untuk membangkitkan kesadaran manusia terhadap lingkungan hidup di sekitarnya, proses yang paling penting dan harus dilakukan adalah dengan menyentuh hati. Jika proses penyadaran telah terjadi dan perubahan sikap dan pola pikir terhadap lingkungan telah terjadi, maka dapat dilakukan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai lingkungan hidup, serta peningkatan keterampilan dalam mengelola lingkungan hidup

ENVIRONMENTAL-EDUCATION UNTUK SEJARAH ?

Bagaimanakah penerapan konsep enviromental-education dalam pelajaran sejarah ? Dalam kesempatan ini, Rusdi Mustapa, S.Pd ( Guru Sejarah sekaligus sekretaris Boarding School), akan berbagi pengalaman tentang pembelajaran sejarah yang dikombinasikan dengan pendidikan lingkungan dalam bentuk yang sederhana. Konsepnya adalah bagaimana siswa bisa memanfaatkan sampah-sampah yang ada di sekolah untuk bisa diolah dan dibuat menjadi media belajar sejarah yang murah, meriah, inovatif, dan edukatif. Dalam kesempatan ini, siswa diberi tugas untuk membuat PAPAN DISPLAY SEJARAH yang memuat info/materi sejarah, dalam hal ini materi KERAJAAN HINDU-BUDHA DI INDONESIA kelas XI IPA Semester gasal, dengan memanfaatkan kardus-kardus bekas yang banyak terdapat di sekolah. Kelas yang di libatkan dalam kegiatan ini adalah Kelas XI IPA 2 Program Boarding School MAN 1 Surakarta.

Tugas dikerjakan secara berkelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 5 orang (atau menyesuaikan). Mereka wajib membuat model atau konsep PAPAN DISPLAY dengan memanfaatkan kardus-kardus bekas yang telah di dapatkan. Pada akhir kegiatan, semua hasil kegiatan akan di DISPLAY/ DIPAMERKAN di halaman sekolah. Kenapa di halaman sekolah ? Diharapkan agar siswa semakain sadar bahwa tidak selamanya sampah-sampah yang ada di lingkungan, yang selama ini hanya sekedar dibuang atau dibakar, ternyata bisa dimanfaatkan menjadi barang yang lebih berguna. Selain itu untuk lebih menambah antusiasme siswa terhadap pelajaran sejarah yang selama ini identik dengan pelajaran hafalan dan membosankan. Untuk foto-foto kegiatannya silahkan lihat di bawah ini :

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

About Pak RM

Guru sejarah dan Antropologi di MAN 1 Surakarta. Blogger di kompasiana dan berikhtiar untuk memajukan pendidikan Indonesia

Posted on September 26, 2012, in Info Terbaru Boarding. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: