STUDI PRA SEJARAH DI SANGIRAN PROGRAM BOARDING SCHOOL – RMBI MAN 1 SURAKARTA

Dalam upaya untuk lebih mendalami materi sejarah khususnya tentang kehidupan masa prasejarah, Program Boarding School dan RMBI MAN 1 Surakarta pada tanggal 12 Mei 2010 mengadakan kegiatan Studi Kehidupan Prasejarah dengan lokasi studi di Situs Purbakala Sangiran. Kegiatan yang diikuti oleh 60 siswa/siswi kelas X1-X2 Boarding dan X3 RMBI ini, menurut Rusdi Mustapa, S.Pd, selaku guru sejarah sekaligus Pembina Program Boarding School, adalah wujud dari konsep pembelajaran kolaboratif karena dalam kegiatan ini juga melibatkan guru Geografi yang diwakili Hikmawati Mariya Kusumawardani, S.Pd khususnya untuk materi lapisan-lapisan tanah yang ada di Sangiran. Sehingga siswa akan memiliki pengalaman baru yaitu pendalaman materi di sekolah dengan mengunjungi langsung obyek yang terkait dengan materi pelajaran Sejarah dan Geografi. Dalam kegiatan ini, siswa wajib membuat laporan yang harus dikumpulkan kepada guru sejarah maupun geografi, sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan yang telah dilaksanakan. Laporan ini sebagai salah satu penilaian psikomotor siswa dalam bentuk portofolio.

Berangkat dari kampus MAN 1Surakarta pukul 08.00 dilepas oleh Drs. H. Agus Hadi Susanto, M.S.I, para siswa memulai pengembaraan menyibak misteri yang tersimpan di Situs Sangiran. Perjalanan menuju lokasi merupakan pengalaman yang sungguh luar biasa karena di kanan kiri jalan yang dilewati penuh dengan hamparan persawahan yang menghijau. Setelah melewati proses standar sebelum masuk Sangiran, para siswa dengan dipandu oleh petugas dari Situs Sangiran, mulai menyusuri lorong-demi lorong ruangan Museum Sangiran dan melihat banyak informasi yang berhubungan dengan kehidupan masa prasejarah, khususnya yang ada di Sangiran. Konon, Sangiran adalah pusat kegiatan manusia purba dan biasanya akan menghasilkan banyak peninggalan. Di Sangiran jugalah  Von Koeningswald menemukan fosil Megantropus Paleojavanicus ( Man of Java) tahun 1941, yang menghebohkan dunia karena fosil ini adalah fosil manusia purba tertua di Jawa.

Setelah puas dengan melihat-lihat koleksi Museum Sangiran, para siswa di ajak untuk melihat langsung di lapangan lokasi-lokasi penemuan fosil manusia purba. Di sekitar Museum Sangiran sering sekali ditemukan fosil-fosil purba, baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Menurut Ibu Hikmawati, Sangiran dulu adalah daerah laut yang di pinggir-pinggir pantainya bayak dihuni oleh manusia purba. Karena terjadinya proses pengangkatan laut menjadi daratan ( sering  disebut Proses Regresi ), maka jadilah wilayah Sangiran yang sekarang. Bukti bahwa Sangiran adalah lautan bisa terlihat dari banyaknya sampah kerang-kerang laut di sekitar pemukiman penduduk. Sungguh suatu pengalaman yang luar  biasa bagi siswa khususnya untuk pendalaman materi sejarah dan geografi. Semoga dengan kegiatan ini, siswa lebih peduli lagi dengan keberadaan situs-situs sejarah yang ada di sekitarnya sekaligus ikut menjaga keberlangsungannya sebagai warisan bagi generasi berikutnya.

About Pak RM

Guru sejarah dan Antropologi di MAN 1 Surakarta. Blogger di kompasiana dan berikhtiar untuk memajukan pendidikan Indonesia

Posted on Mei 17, 2010, in Info Terbaru Boarding. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. pak klo milih foto……..fotonya yang bagus donk mosog yang itu secx!!!!!

  2. fotonya diperbanyak lagi pak… terutama yang dilokasi luar ruang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: