Agenda Pendaftaran Siswa Baru Boarding School

Berikut agenda pendaftaran siswa baru Boarding School MAN 1 Surakarta tahun 2012/2013 :

No

 

Waktu

Kegiatan

1.

1 Maret – 5 Mei 2012         Penerimaan berkas pendaftaran jalur non tes

2.

14 Mei 2012  Pengumuman hasil seleksi jalur non tes

3.

30 Mei – 25 Juni 2012  Pendaftaran jalur tes

4.

30 Juni 2012  Pelaksanaan tes tertulis

5.

2 Juni 2012  Pengumuman hasil tes tertulis

6.

2 Juli – 7 Juli 2012  Daftar ulang calon siswa baru yang diterima

7.

16-18 Juli 2012  Masa orientasi siswa baru 2012/2013

8.

19 Juli 2012  Tahun ajaran baru 2012 / 2013

Pembekalan SNMPTN 2012

Dalam rangka membekali siswa/siswi Boarding School khususnya menghadapi SNMPTN Jalur Undangan, pada 30 Januari2012 diadakan pembekalan SNMPTN 2012 yang diadakan oleh alumni-alumni Boarding School yang telah diterima di berbagai perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia seperti IPB, UGM, UNIBRAW, UNSOED dan UNDIP. Dalam kegiatan ini dipaparkan peluang-peluang untuk bisa diterima di masing-masing perguruan tinggi, mulai dari strategi masuk, nilai yang harus dimiliki sampai hal-hal yang berhubungan dengan dunia kampus.

Seperti yang disampaikan oleh Saifurrohman Wahid, alumni Boarding School tahun 2011 yang telah diterima di IPB jurusan Silvikultur. Menurutnya persaingan masuk ke IPB sangat ketat, sehingga kalau nilai yang dimiliki siswa pas-pasan maka sangat sulit bisa diterima di IPB. Namun banyak jalur yang bisa memungkinkan siswa Boarding School diterima seperti tidak memiilih jurusan yang tingkat persaingannya tinggi. Artinya siswa harus realistis dengan nilai yang dimilikinya. Selanjutnya juga disampaikan oleh alumni Boarding School yang lain seperti Annisa Rosleina yang telah diterima di jurusan teknologi kehutanan UGM. Menurutnya persaingan di UGM juga sangat ketat namun dengan berbekal nilai raport yang tinggi Insya Allah bisa bersaing di UGM.

Menurut sekretaris program Boarding School Rusdi Mustapa, S.Pd, tujuan dari kegiatan ini adalah agar siswa/i Boarding School memiliki gambaran tentang “peta” persaingan PTN terkemuka di Indonesia yang pada akhirnya mereka dapat menentukan jurusan/fakultas apa yang akan dipilihnya.

Resep membuat kelas yang hidup dan menginspirasi

Sebuah kelas yang hidup menjadi tujuan semua guru yang mengajar dengan hati. Mengajar dengan hati berarti mendahulukan kepentingan siswa. Guru lakukan segala cara agar siswa bisa paham dan mengerti saat ia mengajar. Jaman kita dahulu bersekolah, paham yang guru ajarkan berarti mampu menghafal dan bisa mengerjakan soal. Jaman sekarang kedua hal tersebut bukan lagi menjadi ukuran. Ukuran yang dipakai sekarang apakah siswa melaksanakan prosesnya dengan baik dan bukan sekedar mendapatkan jawaban yang betul. Guru juga diminta untuk membuat siswa bisa menunjukkan cara berpikirnya hingga bisa mendapatkan jawaban yang betul. Artinya proses dan hasil sama-sama pentingnya. Bukan jamannya lagi memaksa siswa untuk bisa mengerti dan belajar sesuai yang guru inginkan. Malah guru yang mesti menyesuaikan diri pada gaya belajar siswa.

Beberapa strategi dibawah ini akan menolong dan membantu anda dalam membuat kelas yang hidup dan membuat siswa secara sukarela terlibat dalam pembelajaran yang anda lakukan di kelas.

Bekerja secara berpasangan atau dalam kelompok.

Cara ini sangat dianjurkan dalam membuat siswa mau berbagi dan saat yang sama mendapatkan ide dari rekan sebayanya. Dengan bekerja dalam kelompok siswa diharapkan untuk aktif dan punya kemampuan bekerja sama dalam tim. Sebuah keahlian yang dibutuhkan di masa depan. Beberapa strategi dalam pembelajaran jenis ini adalah Think pair share, bekerja dengan siswa yang lebih senior, siswa memeriksa hasil pekerjaan dan mengajari temannya (peer teaching) tentunya dengan pengawasan guru. Bekerja dalam kelompok juga akan menjadi alternatif dari pemberian tugas pada siswa yang biasanya dikerjakan secara individu menjadi tugas yang membuat siswa berinteraksi satu sama lain. Guru juga bisa mengundang kelas yang lebih besar atau kelas yang lebih kecil untuk bekerja sama dan melakukan kegiatan bersama. Tentu saja ini membutuhkan perencanaan yang matang karena melibatkan kelas dan guru lain untuk terlibat. Dengan belajar bersama kelompok umur yang berbeda siswa menjadi belajar mengerti dan menghormati teman yang berbeda umur.

Mengatur pola komunikasi di kelas.

Seorang guru yang berada di kelas adalah seorang dewasa yang tingkah laku dan tutur katanya akan menjadi rujukan bagi siswanya. Saat guru mengajar di kelas ia sebenarnya sedang melakukan proses komunikasi. Sebaik-baiknya proses komunikasi adalah bersifat dua arah dan saling menghormati, karena hal itu juga yang terjadi di dunia nyata. Guru yang baik memberikan pengalaman yang nyata bagi siswanya, agar saat di luar kelas siswanya menjadi seorang pribadi yang siap berkomunikasi dan bergaul dengan siapa saja. Kelas yang hidup di dalamnya terdapat pola komunikasi yang mendalam, sehat dan bermakna, caranya antara lain:

Membiasakan bersikap positif pada semua pendapat yang ada di kelas

Tidak ada pertanyaan atau pendapat yang ‘bodoh’ yang ada guru mesti tanamkan ‘berpikir dahulu sebelum berbicara’. Jika siswa terbiasa berbicara dan mendengarkan orang lain, akan tumbuh rasa percaya diri dan kesenangan untuk berkomunikasi dan berbagi ilmu dengan siapa saja.

Guru membiasakan diri untuk diam sejenak setelah bertanya di depan kelas pada semua siswanya

Ia memberikan waktu pada siswanya untuk berpikir dan mencerna pertanyaannya. Memang tidak mudah bagi guru lakukan ini karena biasanya ia ingin jawaban yang cepat dan benar. Guru juga bisa meminta siswa untuk berdiskusi dengan rekan sebangkunya sebelum menjawab pertanyaan. Kelas yang berhasil adalah kelas yang hampir semua siswanya pernah bertanya dan menjawab sekali dalam sehari. Banyak siswa yang memilih diam bukan karena ia tidak tahu tapi karena kurang keberanian dalam berbagi ide.

Usahakan terus agar siswa mau menjelaskan cara berpikirnya serta alasan-alasan yang dimilikinya saat menjawab pertanyaan atau soal

Mulai sekarang jangan sekedar harapkan siswa untuk sekedar menjawab, tetapi juga harapkan siswa untuk lancar dan runut menjelaskan cara ia berpikir dan menemukan jawaban. Hal ini berguna saat siswa dewasa ia akan menjadi seorang pribadi yang berpikir runut dan bisa ditangkap dengan baik oleh lawan bicara. Jika di kelas anda ada papan tulis kecil akan lebih baik, benda tersebut akan membantu siswa untuk menjelaskan pikirannya.

Semua hal diatas hanya akan bisa berhasil jika guru berkenan dan mau menjadikan kelasnya sebagai kelas yang menyenangkan untuk siswa dalam menyerap dan berekspresi dalam belajar. Jadi selamat mengajar kelas yang hidup dan menjadi guru yang terinspirasi dan menginspirasi siswa saat bersamaan.

Boarding Gelar Language Fair 2012

Untuk kesekian kalinya Boarding School kembali menggelar acara Language Fair 2012 yang diadakan oleh Organisasi Pelajar Boarding School (OPBS) MAN 1 Surakarta periode 2011/2012. Acara yang dilaksanakan selama dua hari, Kamis 5 Januari 2012 dan Sabtu 7 Januari 2012 tersebut, mengusung tema ” The Gate For Change“. Menurut ketua panita,  Singgih, acara dibagi dalam dua bentuk kegiatan yaitu hari kamis diisi dengan lomba band dan drama berbahasa Inggris sedangkan sabtu diisi dengan kegiatan Native Speaker dengan mengundang Mr. Jonathan dari Amerika. Kegiatan ini diselanggarakan oleh kepanitian OPBS 2011/2012 yang tergabung dalam Blestelaver Generation. Untuk kegiatan kali ini banyak mendapat dukungan dari pihak sponsor mulai dari Solopos, Primagama, Pocari Sweat, Lembaga bimbingan bahasa Inggris IEC, dan penerbit AKIK PUSAKA.

Pada puncak acara hari sabtu, di datangkan tamu dari Amerika yaitu Mr. Jonathan yang menyampaikan materi tentang “The Gate For Change“. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa kemampuan berbahasa Inggris adalah pintu gerbang ke perubahan karena dengan menguasai bahasa Inggris kita bisa menuju dunia luar. Karenanya diharapkan semua siswa/siswi Boarding school bisa mengembangkan kemampuan berbahasa Inggrisnya. Acara yang diselingi dengan tanya jawab dengan peserta tersebut, ditutup dengan pembagian hadiah lomba drama berbahasa Inggris dan Band. Berikut foto-foto kegiatannya :

This slideshow requires JavaScript.

Study Banding ke Boarding School MAN 2 Kudus

Dalam upaya kualitas dan pelayanan kepada siswa/siswi Boarding School, maka pada tanggal 29 – 30 Desember 2011, pembina program unggulan Boarding School yang diwakili oleh ustadz Muhammad arfan dan ustadz Wahyu mengadakan study banding ke Boarding School MAN 2 Kudus. Kunjungan ini selain silaturahmi juga untuk mengetahui bagaimana sistem pembinaan siswa yang dilaksanakan di Boarding School MAN 2 Kudus. Menurut ustadz Wahyu, secara umum sistem pembinaan sama dengan yang dilaksanakan di Boarding School MAN 1 Surakarta, namun ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan untuk bisa diterapkan di Boarding School MAN 1 Surakarta. ” Kebetulan pembina Boarding School MAN 2 Kudus adalah alumni MA PK MAN 1 Surakarta satu angkatan dengan saya”, kata ustadz Wahyu. Diantara sistem pembinaan yang bisa diambil adalah bahwa siswa di sana dalam hal nilai, diterapkan sistem “target” artinya semua siswa harus mencapai nilai tertentu untuk mata pelajaran tertentu dan bila tidak bisa mencapai maka secara alamiah mereka akan diturunkan ke kelas reguler. Dengan sistem ini semua siswa terpacu untuk belajar yang keras karena bila tidak maka mereka akan tereliminasi dari program. Masih banyak pengalaman yang bisa diambil lagi yang nantinya akan disampaikan kepada pengelola program demi peningkatan kualitas Boarding School di masa depan.

Simulasi Pendaftaran PMDK di UNS

Dalam upaya memberikan gambaran dan pengalaman tentang pendaftaran PMDK di UNS, siswa Boarding School MAN 1 Surakarta mengikuti acara simulasi pendaftaran PMDK yang diselenggarakan oleh Panitia Lokal SNMPTN UNS pada 15 Desember 2011 bertempat di sekretariat panitia lokal 44 UNS. Kegiatan ini adalah yang keempat kalinya diikuti oleh siswa Boarding School sejak 2008 dan diikuti oleh sekolah-sekolah yang diundang di wilayah kota Surakarta. Untuk kegiatan simulasi kali ini diikuti oleh 4 ( empat ) sekolah  :

  1. MAN 1 Surakarta
  2. SMA Negeri 8 Surakarta
  3. SMK Negeri 1 Surakarta
  4. SMA Batik Surakarta

Dalam kesempatan ini siswa Boarding School diwakili oleh siswa kelas XII IPA 2 yang terdiri dari Mutiara Nur’aini, Yulia Putri Prihatiningsih, dan Rahma Putri Utami yang didampingi oleh guru pendamping Rusdi Mustapa, S.Pd.

Dalam kesempatan audisi sebelum acara simulasi dimulai, pihak panitia lokal UNS memberikan penjelasan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa dalam proses pendaftaran PMDK di UNS secara online sekaligus untuk menguji sistem yang nanti akan diterapkan dalam proses pendaftaran PMDK online. Secara prinsip tidak ada hal yang baru dalam proses pendaftaran PMDK online tahun ini namun yang perlu ditekankan adalah agar calon peserta PMDK saat melakukan entry data, harus secara hati-hati dan cermat karena kesalahan dalam entry data akan merugikan siswa.

Secara teknis, pendaftaran PMDK online dimulai dengan melakukan entry data DKS (Data Kualitas Sekolah) yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan menggunakan kode sekolah dan password yang telah diberikan ke alamat www.spmb.uns.ac.id. Inti kegiatan dalam pengisian DKS adalah sekolah memasukkan data tentang sekolah yang akan melakukan pendaftaran PMDK online, seperti nama sekolah, tahun berdiri, akreditasi dan lain-lain. Setelah itu sekolah memasukkan data nama-nama siswa yang akan mendaftar PMDK yang nanti akan dimasukkan dalam DUPS (Daftar Urutan Prioritas Sekolah). Selanjutnya siswa memasukkan data masing-masing terutama nilai raport menggunakan nomor DUPS yang telah didapatkan. Semoga dengan simulasi ini siswa lebih mantap dan percaya diri dalam melakukan pendaftaran PMDK online. Berikut foto-foto kegiatannya :

This slideshow requires JavaScript.

Boarding School Gelar Tryout SNMPTN 2012

Dalam upaya mengenalkan siswa pada soal-soal SNMPTN ( Seleksi Naional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), program Boarding School menggelar Tryout SNMPTN yang dilaksanakan pada hari senin 12 Desember  2011 di kampus MAN 1 Surakarta. Tryout diikuti oleh seluruh siswa/siswi kelas XII IPA Boarding School sebanyak 56 orang. Menurut sekretaris program Boarding School Rusdi Mustapa, S.Pd, selain untuk mengenalkan siswa pada soal-soal SNMPTN, juga untuk memberikan gambaran pada siswa suasana tes SNMPTN yang sebenarnya, karena dalam try out soal, jumlah soal, sistem penilaian dibuat sama dengan tes sesungguhnya. Sehingga siswa akan mendapat gambaran yang jelas tentang SNMPTN.

Adapun mata pelajaran yang ditryout-kan sesuai dengan program masing-masing, karena siswa Boarding School adalah program IPA, maka mereka mengerjakan mata pelajaran antara lain :

  1. Bahasa Indonesia
  2. Bahasa Inggris
  3. Fisika
  4. Kimia
  5. Matematika
  6. Biologi

Sedangkan sistem penilaian dalam SNMPTN sangat berbeda dengan penilaian Ujian Nasional ( UN ), yaitu jika menjawab benar mendapat poin +4, salah – 1 dan tidak menjawab O. Sehingga siswa dituntut cermat dalam mengerjakan soal. Mereka harus mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya jika ada jawaban yang salah maka akan mengurangi poin yang telah dikumpulkan. Selain itu juga ada 3 (tiga) model soal yang sangat beda dan belum dikenal siswa yaitu :

  1. Soal pilihan ganda
  2. Soal sebab – akibat
  3. Soal pilihan 1, 2, 3, dan 4

Masing-masing model soal memiliki karakteristik sendiri sehingga siswa dituntut lebih hati dan cermat. Semoga dengan adanya tryout ini, siswa mendapat manfaat yang berharga khususnya dalam menghadapi SNMPTN 2012. Berikut foto-foto kegiatannya :

This slideshow requires JavaScript.

Siswa Boarding Kunjungi Kedokteran UGM

Dalam upaya menambah pengalaman dan informasi tentang fakultas kedokteran, pada 8 Desember 2011 program Boarding School mengadakan kunjungan ke Fakultas Kedokteran UGM. Kegiatan diikuti oleh siswa/siswi kelas XI IPA 1 – XI IPA 4 sebanyak 97 orang. Selain itu juga didampingi oleh 10 guru pendamping dari unsur pembina Boarding School dan Wali kelas. Dengan menggunakan 2 armada bus rombongan berangkat dari kampus MAN 1 Surakarta pukul 07.00 dan tiba di Fakultas Kedokteran UGM pukul 09.00. Setelah tiba langsung diterima oleh pihak fakultas di auditorium setempat yang selanjutnya diadakan acara audiensi. Pada kesempatan tersebut, pimpinan rombongan yang diwakili oleh Drs. M. Hasanuddin, selaku Wakamad Humas menyampaikan bahwa maksud kunjungan adalah untuk mendapatkan gambaran secara lebih mendalam tentang fakultas kedokteran beserta seluk beluknya. Selain itu agar siswa memiliki motivasi dan cita-cita melanjutkan ke kedokteran UGM. Pihak fakultas yang diwakili oleh Humas Dr. Andryoko, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dari Boarding School dan berharap agar dari sekian banyak siswa yang datang bisa diterima di Fak. Kedokteran. pada kesempatan itu juga dipaparkan seputar fakultas kedokteran UGM, mulai dari berdirinya hingga sisetam pengajaran yang diterapkan.

Kegiatan selanjutnya adalah mengadakan kunjungan ke Bagian Anatomi, Embriologi dan Antropologi yang menyimpan berbagai organ manusia yang telah diawetkan seperti otak, bayi, dan organ-organ yang lain. Sebelumnya organ-organ itu dipergunakan sebagai media praktek mahasiswa kedokteran namun karena sudah lama usianya akhirnya dijadikan media pamer bagi pengunjung. Di kunjungan berikutnya, siswa diajak ke bagian praktek mahasiswa. Sebaga seorang calon dokter maka mahasiswa kedokteran tidak boleh takut atau canggung dalam menangani pasien. Karena itu mereka sudah diperkenalkan dengan praktek menangani pasien namun menggunakan boneka tiruan. Diharapkan setelah beberapa kali praktek mereka sudah tidak canggung dan takut lagi bila menangani pasien. Semoga dari kegiatan ini, siswa/siswi Boarding School bisa memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang dunia kedokteran dan diharapkan akan banyak siswa Boarding School yang bisa diterima di fakultas kedokteran. Berikut foto-foto kegiatannya :

This slideshow requires JavaScript.

Boarding Gelar Tes Standard

Selama dua hari, Kamis 24 Nopember 2011 dan Sabtu 26 Nopember 2011, program Boarding School menyelenggarakan Tes Standard yang diikuti oleh siswa/siswi Boarding School dan Full Day dengan jumlah 292 siswa. Tes standard diselenggarakan sebagai bentuk pengendalian mutu dari kegiatan tutorial sore dengan materi bahasa, teknologi komputer dan jurusan. Menurut sekretaris Boarding School, Rusdi Mustapa, S.Pd, untuk pembelajaran pagi dan siang, pengujian dilakukan dengan ulangan akhir semester sedangkan untuk kegiatan tutorial pengujian dilakukan dengan tes standard. Lebih lanjut Rusdi Mustapa, S.Pd menyatakan, tujuan diselenggarakan tes standard adalah :

  1. Mengukur derajat keterserapan siswa dalam pembelajaran tutorial sore
  2. Menguji ketrampilan dan keahlian dalam bidang bahasa dan teknologi komputer
  3. Mengklasifikasikan persiapan penjurusan

Adapun materi yang diujikan antara lain Matematika, Bahasa Inggris, TIK, Kimia, Fisika, Mata uji jurusan IPA, dan Mata uji jurusan IPS

Kegiatan yang telah diselenggarakan untuk yang kesekian kalinya ini kembali menggandeng Lembaga Bimbingan Belajar PRIMAGAMA dalam hal penyediaan soal dan pengoreksian dengan lembar jawab komputer (LJK). Hasil dari tes standard bisa dijadikan salah satu acuan dalam penentuan jurusan siswa selanjutnya sehingga siswa benar-benar sudah mantap di jurusan yang dipilihnya.

Program Boarding School Outdoor Study Ke BPTO

Dalam rangka menambah pengetahuan siswa, khususnya dalam hal tanaman obat-obatan, maka Program Boarding School MAN 1 Surakarta mengadakan kegiatan pembelajaran luar kelas (OUTDOOR CLASS) ke Balai Penelitian Tanaman Obat (BPTO) Tawangmangu, Karanganyar pada 17 Nopember 2011. Kegiatan diikuti oleh siswa/siswi program Boarding School yaitu kelas X.1, X.2, dan X.3. Selain itu juga diikuti oleh siswa/siswi kelas  Full Day yaitu X.4 dan X.5. Jumlah peserta sebanyak 133 orang dengan pendamping 10 orang yang terdiri atas wali-wali kelas X.1 – X.5 dan pengelola Boarding School.

Dalam sambutan sebelum pemberangkatan, Bapak Tri Romo Dewo, M.Pd selaku Wakamad Kurikulum, yang mewakili Kepala MAN 1 Surakarta, mengharapkan agar dari kegiatan ini siswa dapat mengambil manfaat seluas-luasnya khususnya dalam hal pengetahuan mengenai tanaman obat. Selain itu untuk memupuk rasa tanggung jawab, maka setelah kegiatan semua siswa wajib membuat laporan kegiatan yang telah dilaksanakan. Menurut Penanggung jawab Boarding School, Drs. H. Wardimin, M.E.Sy, kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang telah diprogramkan dengan tujuan agar siswa memiliki wawasan yang seluas-luasnya, khususnya dalam bidang ilmu eksak, karena siswa/siswi dipersiapkan untuk masuk jurusan eksak.

Setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang 2 jam dari Sol0 dengan 3 armada bis, rombongan tiba di Kantor Pusat BPTO Tawangmangu. Rombongan diterima di ruang auditorium dan disuguhi tayangan sekitar sejarah, kegiatan-kegiatan BPTO dan hasil-hasilnya. Setelah itu rombongan dibagi dalam 5 kelompok sesuai dengan jumlah kelas yang masing-masing kelompok didampingi oleh seorang pemandu dari BPTO. Selanjutnya kelompok-kelompok diajak berkeliling ke kebun koleksi obat-obatan yang dimiliki BPTO. Di sini siswa banyak mendapat informasi seputar tanaman-tanaman obat beserta manfaat dan khasiatnya. Yang paling menarik adalah koleksi tanaman Narkoba seperti ganja, mariyuana, karena siswa bisa mengetahui bentuk tanaman yang dilarang untuk dikembangkan secara massal ini. Setelah mengikuti tour di kebun koleksi tanaman obat milik BPTO, rombongan diajak berwisata ke air terjun grojogan sewu. Demikian sekilas kegiatan outdoor study program Boarding School MAN 1 Surakarta. Semoga dengan kegiatan ini, siswa mendapat pengetahuan baru khususnya di bidang tanaman obat.

This slideshow requires JavaScript.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.285 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: