PROGRAM BOARDING SCHOOL

Jl. Sumpah Pemuda 25 Kadipiro, Banjarsari, Surakarta 57136 (0271) 852066 e-mail : brd_schl@yahoo.com web : boardingschool.wordpress.com Penanggung Jawab Program: Drs.H. Wardimin (08156714229) Sekretaris Program : Rusdi Mustapa, S.Pd (087836523161)

Siswa Boarding School Tembus Perguruan Tinggi ( Lagi )

2009 Maret 27
oleh Rusdi

resize-borading

Berita gembira kembali datang dari Program Boarding School MAN 1 Surakarta. Setelah sebelumnya ARDI NUR ZAMAN diterima di UNS melalui jalur PMDK 2009, kembali prestasi ditorehkan oleh anak-anak Boarding School. Kali ini diterima di UNNES melalui jalur SPMU ( Seleksi Penerimaan Mahasiswa UNNES) 2009. Adapun nama-nama siswa Boarding School yang diterima di UNNES melalui jalur SPMU antara lain:

1. Ade Leoni Cahyanti ( Fakultas MIPA Jurusan Matematika)

2. Sarotus Sa’diyah ( Fakultas Ilmu Sosial Jurusan Sosiologi-Antropologi)

3. Siti Fatika Alim ( Fakultas MIPA Jurusan Biologi)

4. Syarif Hidayatullah ( Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Teknologi

Pendidikan )

5. Ngasria ( Fakultas Ilmu Sosial Jurusan Geografi )

Prestasi ini tentunya sangat membanggakan khususnya bagi Program Boarding School, karena membuktikan bahwa anak-anak Boarding School MAN1 Surakarta mampu bersaing dalam perebutan kursi Perguruan Tinggi. Prestasi ini tentu harus terus ditingkatkan, terutama menghadapi Ujian Nasional (UN) April 2009. Karena prestasi akademik sekolah bisa dilihat dari jumlah siswa yang lulus UN. Sekali lagi selamat buat anak-anak Boarding yang diterima di Perguruan Tinggi semoga bisa menginspirasi buat siswa Boarding yang lain.

SISWA BOARDING SCHOOL DITERIMA PMDK UNS 2009

2009 Maret 1
oleh Rusdi

Kabar gembira sekaligus membahagiakan dresize-of-img_0674atang dari Program Boarding School MAN 1 Surakarta. Pada tahun ajaran 2008/2009 ini, salah satu siswa angkatan pertama BOARDING SCHOOL berhasil diterima menjadi mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui jalur Penelusuran Minat Dan Kemampuan ( PMDK) 2009 atas nama ARBI NUR ZAMAN siswa kelas XII IPA 1 dengan program pilihan Fakultas Pertanian jurusan Peternakan.

Hal ini sungguh sangat membahagiakan sekaligus kejutan karena dari 8 ( delapan) siswa MAN 1 surakarta yang mengajukan PMDK hanya  satu yang diterima apalagi berasal dari Program Boarding School yang memang dipersiapkan untuk bisa menembus perguruan tinggi melalui jalur PMDK ataupun SNMPTN.

Keberhasilan ini tentunya tidak bisa lepas dari kerja keras semua pihak, baik siswa yang bersangkutan maupun pihak-pihak yang sejak awal telah merancang untuk keberhasilan ini, seperti guru pengajar kelas XII IPA 1, Pengelola  Program Boarding School  ( kalau boleh disebutkan disini, Drs.H. Ahmad Wardimin), Koordinator Pendaftaran PMDK/SNMPTN Rusdi Mustapa, S.Pd, yang selama ini memberikan masukan dan arahan bagi siswa-siswa MAN 1 Surakarta yang ingin masuk ke Perguruan Tinggi.

Menurut Bapak Rusdi, sebenarnya keberhasilan Arbi Nur Zaman ini  sudah diramalkan sejak awal dia mendaftar PMDK UNS, karena dari nilai yang dia miliki memang pantas untuk masuk PMDK UNS selain itu yang paling penting adalah strategi pemilihan jurusan. Banyak siswa yang mengajukan PMDK cenderung memilih jurusan yang tingkat persaingannya sangat ketat ( kategori TINGGI dan SANGAT TINGGI), padahal PMDK diikuti semua siswa dari seluruh Indonesia. sehingga strategi memilih jurusan yang tidak terlalu ketat ( kategori RENDAH, walaupun maksudnya bukan rendah jurusannya Lho), adalah langkah yang sangat bijak. Arbi Nur Zaman ternyata mengikuti langkah-langkah tadi, ambil jurusan Peternakan yang notabene jurusan kategori RENDAH, yang artinya tingkat persaingannya relatih mudah. Hal-hal seperti inilah, menurut Bapak Rusdi, harus diperhatikan oleh siswa-siswa yang ingin mendaftar PMDK terutama calon kelas XII. Keberhasilan ini berarti juga membuka jalan bagi siswa-siswa MAN 1 Surakarta yang lain untuk menembus kursi UNS melalui jalur PMDK. Semoga prestasi ini mampu diikuti oleh siswa MAN 1 Surakarta yang lain.

Siswa Boarding School Ikut Simulasi PMDK

2008 Desember 10
oleh Rusdi

Dalam rangka menambah wawasan siswa tentang prosedur pendaftaran PMDK on line, UNS mengadakan simulasi proses pendaftaran PMDK secara on line yang akan diterapkan pada SNMPTN 2009 yang akan datang. MAN 1 Surakarta merupakan satu diantara 6 sekolah yang diundang UNS untuk mengirimkan siswa/siswinya untuk mengikuti kegiatan simulasi pendaftaran PMDK on line yang diadakan di Sekretariat Panitia SNMPTN UNS Jl. Ir. Sutami 36 A, Kentingan, Surakarta tanggal 29 Nopember 2008. Kegiatan diikuti oleh SMU/MAN/SMK yang ada di Surakarta antara lain :

  1. MAN 1 Surakarta
  2. SMU MTA Surakarta
  3. SMU Negeri 4 Surakarta
  4. SMU Negeri 3 Surakarta
  5. SMK Negeri 6 Surakarta
  6. SMU Negeri Sukoharjo

 MAN 1 Surakarta diwakili oleh siswa/siswi Program Boarding School yang memang dipersiapkan untuk bertarung di SNMPTN 2009 baik jalur reguler maupun PMDK. Adapun nama-nama siswa/siswi yang mengikuti kegiatan simulasi antara lain :

  1.  Muhammad Iqbal Mustofa ( Kelas XII IA 1)
  2.  HammamMuzakki ( KelasXII IA 1)
  3.  Arbi Nur Zaman ( Kelas XII IA 1)
  4.  Rifki Fatiyatul ‘Alimah ( KelasXII IA 1)
  5. Ngasria ( Kelas XII IS 1)
  6. Erni Mardliyana (Kelas XII IS 1)

didampingi oleh Koordinator  SNMPTN MAN 1 Surakarta Rusdi Mustapa, S.Pd. Dalam kegiatan ini siswa  mempraktikkan cara pengisian formulir pendaftaran PMDK on line mulai dari mengisi data diri, memasukkan nilai hingga mencetak lembar pendaftaran on line. Dari kegiatan ini diharpkan siswa tidak menemui kesulitan pada saat mendaftar PMDK on line nantinya sehingga kesalahan-kesalahan yang akan merugikan siswa bisa dihindari. Pengalaman ini tentunya sangat berharga bagi siswa/siswi MAN 1 Surakarta yang mengikuti kegiatan ini,karena disamping bisa praktek cara pendaftaran on line, mereka juga bisa melihat suasana kampus UNS yang Insya Allah akan menjadi kampus mereka. Semoga  kegiatan ini mampu menambah wawasan baru bagi siswa khususnya yang berniat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Boarding In Slide

2008 Juli 5
oleh Rusdi

Boarding Guestbook

2008 Juni 30
oleh Rusdi

Studi Sejarah di PG Tasik Madoe dan Agrowisata Sondo Koro

2008 Juni 30
oleh Rusdi

Pada tanggal 12 Juni 2008 Boarding School MAN 1 Surakarta mengadakan kegiatan Outdoor  Class dengan obyek di PG Tasikmadu dan Agrowisata Sondokoro. Kegiatan ini merupakan program tahunan dari Boarding School MAN 1 Surakarta sebagai sarana untuk menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman siswa terutama tentang obyek-obyek sejarah dan pendidikan. r0046315PG Tasikmadu dijadikan obyek kegiatan memiliki tujuan agar siswa memiliki pengetahuan tentang proses pembuatan gula , mulai dari tanaman tebu hingga penggilingan serta pengepakan gula. Siswa dalam kegiatan ini banyak mendapat pengetahuan yang selama ini belum mereka dapatkan khususnya tentang pembuatan gula. Bahkan mereka dapat mengetahui apa ciri-ciri gula yang asli dan yang tidak asli. Di halaman depan terdapat Gerbong peninggalan Mangkoenegoro IV saat mengadakan kunjungan ke PG Tasikmadu untuk mengecek kondisi pabrik dan pekerja. Gerbong itu sampai sekarang masih terawat bahkan konon menurut beberapa pegawai, pada malam-malam tertentu mengeluarkan suara mesin kereta api.

PG Tasikmadu dirikan pada tahun 1870 pada masa pemerintahan Mangkoenegoro IV. Seperti kita ketahui, pada masa Mangkoenegoro VI banyak membangun pabrik-pabrik gula di sekitar Solo. Keberadaan PG Tasikmadu masih eksis hingga sekarang bahkan mampu menghidupi masyarakat sekitarnya. Hal ini sesuai dengan pesan yang disampaikan Mangkoenegoro IV saat pembangunan PG Tasikmadu :

Pabrik iki openono, senajan ora nyugihi, nanging nguripi, kinaryo papan pangupo jiwone kawulo dasih. (Pabrik ini peliharalah, meskipun tidak membuat kaya, tapi menghidupi, memberikan perlindungan, menjadi jiwa rakyat kecil).

Demikianlah pesan KGPAA Mangkunegara IV, satu-satunya pribumi yang menggagas keberadaan pabrik gula (PG). Visinya tegas! Keberadaan PG demi penghidupan rakyat kecil, misinya pun jelas, sebab PG di mana saja adalah proyek padat karya.

Ratusan hingga ribuan orang, mulai mekanik mesin, masinis lokomotif tebu, sopir truk, hingga pembabat tebu adalah serpihan faktor produksi sebuah PG yang menggantungkan hidupnya di situ. Mengepulnya asap dapur, di samping keberlanjutan ekonomi daerah, mau tak mau turut dipengaruhi sebuah PG.

Bicara tentang sejarah keemasan Mangkunegaran, maka keberadaan PG Colomadu yang didirikan 1861, dan PG Tasikmadu yang berdiri sepuluh tahun setelahnya menjadi bagian tak terpisahkan. Singkap selubung kotak seng yang tersembunyi di belakang kantor Administratur PG Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, maka sebuah gerbong kereta bercat hijau buatan S Chavalier Constructe, Paris-Perancis, yang biasanya digunakan Mangkunegara IV untuk meninjau rakyat, menjadi saksi bisu zaman keemasan ini.

Memasuki bangunan utama pabrik yang bertuliskan PG Tasikmadoe maka lampu hijau diatas gerbang utama, serta asap putih yan
g mengepul dari cerobong utama PG, menjadi penanda aktifnya pabrik.

Sekitar 670 pekerja tetap dan kurang lebih 3.000 pekerja musiman PG memulai kembali kerja kerasnya selama tiga bulan musim panen raya tebu 2004, sedangkan mesin-mesin utama PG yang diproduksi Machinefabriek Gebr Stork & Co pada tahun 1926 dengan p

erkasanya mulai bekerja kembali. Bukan hanya menggiling tebu, tapi juga memasak, mencampur, dan mengkristalkan cairan tebu menjadi gula.

BAU kolonial -yang tak selalu harus berkonotasi negatif -ajaibnya masih tercium kental di PG ini. Panggilan administratur bagi kepala PG, masinis bagi kepala teknik PG, merupakan kultur sehari-hari yang belum terkikis modernisasi.

Bila Anda berdialog tentang nira atau gula kristal putih-hal demikian akan percuma, sebab pekerja PG takkan tahu hal itu. Bagi mereka nira adalah sap, gula kristal putih adalah superior hoof suiker (SHS), dan tebu adalah riet.

Bila Anda menanyakan di mana kepala pengolahan PG kepada pekerja pabrik, mereka akan bingung karena

mereka biasa memanggilnya dengan Pak FC atau fabrikaat chef -atau dokter gula- demikian sebagian petani tebu menyebutkannya.

Bukti zaman keemasan gula Indonesia masih terekam dari peninggalan yang ada. Rumah tua administratur, lengkap dengan seperangkat gamelan dan meja biliar tua, lantas pedang-pedang tahun 1800-an dengan pelindung tangan, masih tersimpan di rumah satpam. Menurut asisten masinis Edi Suroso, turis-turis asing yang menyambangi PG ini, bahkan sering berupaya membeli alat-alat produksi PG bukan untuk mengolah tebu melainkan sebagai barang koleksi.
Hampir semua alat pro

duksi nyaris tidak tersentuh pergantian zaman. Secara konkret hanya mesin utama pabrik yang direnovasi di tahun 1988/1989, lainnya tidak! Sekitar lima lokomotif tua dengan beban maksimal 24-30 lori, juga masih berseliweran, menaikkan tebu dari crane tebu di sisi selatan pabrik, lalu memasukkannya ke pelataran sisi timur PG.

Bukan main-main, loko tebu dengan mekanisasi ketel uap dan berbahanbakarkan ampas tebu (bal), ada yang berangka tahun 1910-an. Ambil contoh, loko nomor III berkekuatan 80 PK (paardekracht, tenaga kuda) diproduksi Orenstein & Koppel Arthur Koppel AG Berlin-Germany tahun 1913, serta loko nomor X berkekuatan 150 PK diproduksi .

WALAU demikian, Administratur PG TOrenstein & Koppel AG Berlin-Germany tahun 1929 Tasikmadu, Karanganyar, menolak mentah-mentah kalau PG ini dikatakan tidak mampu lagi bersaing mengolah tebu karena uzurnya alat produksi. “Kapasi

tas mesin giling kami sekitar 1.500 ton tiap hari sehingga menurut perhitungan dapat diberdayakan untuk memproduksi 450.000 ton tebu pada musim panen. Tapi, pada kenyataannya PG Tasikmadu kami proyeksikan di tahun 2004 hanya mengolah maksimal 350.000 ton tebu,” katanya merujuk pada penurunan produktivitas dan produksi tebu dari petani.

Kini, kurangnya produksi tebu membuat pabrik ini tidak lagi memancarkan auranya. Hal sederhana, batang-batang tebu yang masuk pun, tidak berwarna hijau segar, melainkan cokelat kering.

r0046316

PG Tasikmadu, yang pada awalnya sekitar tahun 1870 dibaptis dengan nama PG Sudokoro oleh Mangkoenegara IV juga menggantungkan diri sepenuhnya pada kemurahan hati petani. Sebab, dengan besaran lahan tebu PG Tasikmadu kurang lebih 5000 hektar, dari besaran lahan itu, hanya tujuh persen yang dimiliki PG, sisanya 93 persen dimiliki petani.

Sebelum tahun 1997, PTPN IX mempunyai 13 PG, namun selain karena kekurangan biaya operasional, lima dari ke-13 PG ini yakni PG Cepiring (Kendal), PG Banjaratma (Brebes), PG Colomadu (Karanganyar), dan PG Ceperbaru (Ceper-Klaten) juga ditutup karena kekurangan bahan baku.

Sedangkan, delapan PG yang masih beroperasi ialah PG Tasikmadu (Karanganyar), PG Jatibarang (Brebes), PG Pangkah (Tegal), PG Sumberharjo (Pemalang), PG Sragi (Pekalongan), PG Mojo (Sragen), PG Gondang Baru (Klaten), dan PG Tersana Baru (Brebes). Akankah Tasikmadu bertahan ataukah harus ditutup?

Demikian sepenggal kisah  perjalanan Studi Sejarah PG Tasikmadu oleh Program Boarding School MAN 1 Surakarta, semoga bermanfaat bagi semuanya. Sampai jumpa pada kegiatan outdoor class tahun berikutnya.

MAN 1 Surakarta menuju sekolah unggulan

2008 Januari 19
oleh Rusdi

Dengan Mengucap Rasa Syukur Kepada Alloh Swt, MAN 1 Surakarta ditunjuk oleh KANWIL sebagai Delegasi Lomba Madrasah Berprestasi, mewakili MAN Se Eks-Karesidenan Surakarta.

Dengan demikian MAN 1 Surakarta merupakan salah satu MAN yang akan dijadikan sebagai Barometer MAN se Eks-Karesidenan Surakarta. Dengan ditunjuknya MAN 1 Surakarta untuk mewakili lomba, berarti sudah siap dalam hal apa saja yang berkautan dengan dunia pendidikan, misalnya dari segi Prestasi yang di ukir oleh MAN 1 Surakarta, KBM, Fasilitas dalam penunjang KBM, fasilitas gedung/sarana yang memadahi dll. Mudah-mudahan ini merupakan salah satu langkah untuk menjadikan terciptanya sebuah madrasah yang membentuk generasi yang islami dan berprestasi.

Ini merupakan salah satu bentuk fisik KBM MAN 1Surakarta yang berdiri dengan megah dan bersih sehingga menambah kenyamanan di dalam kegiatan belajar mengajar

Ini juga merupakan fasilitas gedung yang saling berhadapan, sehingga memudahkan guru dalam melaksanakan tugas KBM di MAN1 Surakarta

Suasana kelas dalam kegiatan belajar mengajar, sangat Kondusif dan nyaman karena di dukung dengan guru yang ahli dalam bidangnya sekaligus ruang kelas yang bersih dan rapi

Kegiatan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di LAB IPA MAN 1 Surakarta. Mereka sangat sungguh-sungguh dalam melakukan kegiatan penelitian di LAB

Studi Sejarah Boarding School

2007 Desember 19
oleh Rusdi

Dalam upaya menanamkan rasa cinta terhadap sejarah sekaligus untuk menambah wawasan akan pengetahuan sejarah, Boarding School MAN 1 Surakarta telah mengadakan kegiatan studi sejarah dengan mengambil obyek di dua peninggalan sejarah yang ada di kota Surakarta yaitu Pura Mangkunegaran dan Kraton Kasunanan Surakarta. Kegiatan diadakan pada tanggal 12 Desember 2007 setelah tes semester ganjil.

Menurut Bapak Wardimin, selaku ketua program Boarding School, kegiatan ini mempunyai dua tujuan yaitu tujuan rekreatif dan edukatif. Tujuan rekreatif adalah untuk refreshing bagi siswa setelah menempuh tes semester ganjil yang telah ditempuh sedangkan tujuan edukatif adalah untuk menambah pengetahuan sejarah siswa, khususnya obyek-obyek sejarah yang ada di sekitar kota Surakarta. Ke depan, obyek yang akan dikunjungi akan diarahkan pada obyek yang bermuatan sains. Kegiatan Studi Sejarah di Mangkunegaran – Kasunanan diikuti oleh siswa/i Boarding School kelas X dan XI ( IPA / IPS ) dengan menggunakan dua armada bis. Dalam kegiatan ini siswa diwajibkan membuat laporan kunjungan yang harus dikumpulkan sebagai bagian dari penilaian psikomotor siswa. Selain itu siswa dapat melatih kemampuan berbahasa Inggris dengan berbicara dengan turis mancanegara yang kebetulan mengunjungi kraton. Sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi anak-anak. Semoga kegiatan ini bisa menambah wawasan dan pengalaman bagi anak-anak Boarding School sebagai bekal bagi masa depannya.